Tips Memilih dan Merawat Tas Kulit

:::: Mau Pesan Tas Murah Cuma di wwwKonveksiTas.com. Beragam pilihannya, sesuai keinginan Anda.::::   KOMPAS.com – Tas kulit asli, terutama yang terbuat dari kulit reptil seperti ular, biawak, dan buaya, biasanya dijual dengan harga mahal. Namun Anda perlu hati-hati, karena harga mahal belum tentu legal. Tas kulit yang legal adalah yang memiliki logo “CITES” di bagian belakang merek tas. CITES (The Convention on Internasional Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) adalah sebuah perjanjian internasional antar pemerintah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa perdagangan internasional spesimen satwa liar dan tumbuhan tidak mengancam kelangsungan hidup mereka. Dengan sertifikasi tersebut artinya produsen tas telah mendapat izin resmi dari pemerintah untuk memproduksi tas dari kulit asli. Penggunaan bahan kulit ini dianggap tidak melanggar aturan mengenai bahan baku yang ramah lingkungan, sehubungan dengan reptil (atau binatang lain) yang kulitnya digunakan untuk bahan baku tas tersebut. Tidak semua pengusaha tas kulit memiliki izin resmi dari pemerintah. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai legal-tidaknya pembuatan tas bisa Anda jadikan pegangan untuk memilih tas kulit yang berkualitas. Selain mengecek sertifikasi CITES, Anda juga bisa memilih tas kulit dari aromanya. “Jika tas kulit berbau amis, sudah pasti proses penyamakannya kurang sempurna. Itu berarti produknya kurang berkualitas,” ujar Anto Suroto, pemilik Scano Exotic Indonesia, salah satu produsen tas kulit lokal yang banyak menggunakan kulit reptil sebagai bahan baku. Tas kulit yang terbuat dari kulit reptil juga perlu dirawat agar lebih tahan lama. Anto memberikan beberapa tips merawat tas kulit: 1. Simpan tas dalam kantung berbahan kain, lalu digantung. Tas sebaiknya tidak dilipat agar tidak mengubah bentuknya. 2. Jangan pernah menumpuk tas kulit, baik dengan tas yang lain, atau dengan...